Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sedang krisis? Jangan potong budget SDM anda

18.3.10 0 comments

stock-photo-tighten-budget-calculator-1202723 Setiap bisnis pasti mengalami saat surut, dimana semua biaya yang keluaar harus diperhitungkan dengan cermat dan efisien. Biasanya pos pertama yang akan dievaluasi oleh perusahaan adalah divisi SDM, karena ini memang merupakan cara yang paling mudah dan paling cepat untuk mengurangi biaya perusahaan. Perusahaan tinggal menunda jadwal training, atau memberhentikan beberapa orang dan biaya operasional serta merta akan turun.

Alih-alih menurunkan budget untuk training SDM, sebenarnya banyak hal lain yang bisa dilakukan. Di divisi pemasaran, apakah semua kegiatan pemasaran dan penjualan sudah terukur efektifitasnya? begitu pun di divisi yang lain, apakah inventory sudah diukur dengan EOQ (Economic Order Quantity), ROP (Re Order Point) serta Safety Stocknya? Atau apakah AR (Account Receiveable) dan AP (Account Payable) sudah diatur dengan cermat? Dan banyak lagi hal yang bisa dicermati untuk meningkatkan efisiensi dari perusahaan. Memang hal ini biasanya jaranng dilakukan oleh perusahaan karena butuh proses dan butuh data-data pendukung. akan tetapi ibarat orang sakit, cara penyembuhan alami jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pemberian antibiotik dosis tinggi.

Untuk itu teruslah lakukan training, jangan pernah menurunkan standart kompetensi karyawan. Krisis tidak berlangsung selamanya, dan pastikan pada saat krisis berakhir, kita sudah memiliki team yang siap berlari kencang. Dan kalaupun harus melakukan perampingan, pastikan bahwa itu memang cara terakhir yang harus dilakukan.

Cashflow is King “Studi kasus : bisnis distribusi garmen”

12.9.09 0 comments

Saat ini umat muslim segera akan merayakan hari raya Idul Fitri. Dari sisi bisnis, momen ini adalah saatnya panen bagi pengusaha garmen, khususnya pedagang busana muslim. Hal serupa juga dialami oleh salah satu unit bisnis Adila Group, yaitu distributor busana muslim dannis collections. Untuk tahun ini Insya Allah diperkirakan omset akan mengalami kenaikan lebih dari 20% jika dibandingkan tahun lalu.

Akan tetapi ketika melakukan sharing dengan beberapa rekan yang juga berbisnis garmen, tahun ini terasa lebih berat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini dilalui dengan biasa saja dan malah tidak ada peningkatan yang signifikan. Akhirnya diketahui bahwa ternyata permasalahannya adalah memprediksi stok yang harus miliki, sehingga pada saat mendekati lebaran, stok yang ada tidak cukup memadai.

Bisnis garmen, khususnya busana muslim sendiri memiliki tren yang cukup unik. Januari - April adalah masa kritis, dimana disatu sisi pebisnis harus menambah stok mereka, tapi di sisi lain omset penjualan pada periode ini merupakan titik terendah sepanjang tahun. Mei - September adalah masa panen, kerena periode lebaran. Oktober - Desember adalah masa rekonsiliasi, dimana pada periode ini adalah saat mengatur nafas untuk menghadapi masa kritis dan masa panen tahun depan.

Sebenarnya kuncinya adalah di pengaturan cashflow. Saya sendiri telah mengalaminya. Pada awal saya memulai bisnis ini, sepertinya modal berapapun yang dimiliki selalu saja tidak cukup. Hal ini disebabkan karena tidak adanya planning kapan saatnya bayar utang dan kapan saatnya menagih piutang.

Hal ini berlangsung sampai 2 tahun, sampai akhirnya tim kami memutuskan untuk membuat KPI (Key Performance Indicator) yang mengukur umur utang dan piutang. Untuk umur utang sebenarnya tidak terlalu sulit, karena pembayaran biasanya dilakukan 1 bulan setelah pengiriman barang. Sementara itu untuk umur piutang, dibagi menjadi 4 kategori yaitu 0-1 bln, 1-2 bln, 2-3 bln dan >3 bln. Umur piutang inilah yang dikontrol tiap minggu

Fungsi dari KPi ini kemudian link-kan ke performa agen. Jadi setiap saat dapat diketahui tingkat kelancaran kolektivitas piutang per agen yang saat ini dimiliki. Informasi inilah yang nantinya akan dijadikan input dalam pengambilan keputusan berapa piutang maksimal yang bisa diberikan. Hasilnya ternyata luar biasa, dengan modal yang relatif sama, perusahaan mampu meningkatkan omset hampir mencapai 100%.

NB1 : Tahun ini kami lalui dengan happy problem lagi. Untuk itu mohon maaf kepada mitra agen dannis collections yang beberapa minggu terakhir pesanannya tidak dapat dilayani karena keterbatasan stok yang kami miliki.

NB2 : Contoh - contoh KPI dapat dilihat disini. Disana juga dijelaskan mengenai fungsi masing - masing dari KPI

Albert Einstein juga ingin berdagang

6.6.09 0 comments
Albert Einstein once wrote, "If I had my life to live over again, I would elect to be a trader of goods rather than a student of science. I think barter is a noble thing. I need to know more about it."

Kutipan diatas langsung membuat saya tertegun. Seorang jenius pun menyadari dan memahami arti dari perdagangan. Padahal Rasulullah SAW sudah menyerukannya jauh-jauh hari bahwa berdagang itu adalah hal yang mulia dan rejeki itu datang dari perdagangan.

So....masih milih jalan yg lain ??

Write what you do and do what you write

25.3.09 1 comments

at glance of Standart Operation Procedure-SOP

Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti pelatihan Standart Operation Procedure (SOP) yg diadakan oleh Value Consult. Ya... ini merupakan salah satu langkah saya agar Adila Group bisa lebih maju daripada sekarang.

Selama ini, Adila Group masih belum menggunakan konsep-konsep tertentu dalam manajemennya. Semua mengalir sesuai kebutuhan saja. Dan seiring dengan berkembangnya perusahaan, saya merasa sudah waktunya Adila Group menerapkan konsep-konsep yang bisa mengakselerasi bisnis kami.

Alur konsep dalam pelatihan itu secara sederhana adalah sebagai berikut: menyusun SOP, lantas menerapkannya. Sembari SOP berjalan, maka urutan selanjutnya adalah menyusun Key Performance Indicator atau KPI. Dan terakhir, bila rangkaian tahapan tadi terlaksana maka akan terbangun apa yang disebut Balance Score Card (BSC).

Saya membayangkan BSC diterapkan di Adila Group dalam jangka panjang, yang jangkauannya bisa setahun lebih. “Namun saat ini saya masih persiapkan dulu secara matang SOP-nya”.

Sejumlah person yang tergabung dalam tim telah saya pasrahi konsepnya. Dari tim ini, secara detail akan ditangani konsultan. Lini usaha yang akan menikmati duluan SOP hasil Value Consult ini adalah Pourvous, lantas Dannis, dilanjutkan lini usaha Adila Group lainnya.

Namun yang jelas tim yang terbentuk dari manajeman akan melakukan tahap demi tahap agar SOP dapat diimplementasikan. Tentu hal ini juga tergantung kemampuan adaptasi dari divisi yang bersangkutan.

Selanjutnya, saya ingin kemukakan terlebih dulu mengenai SOP yang saya serap dari pelatihan itu. Semoga suatu saat, pembaca juga berbagi ilmunya... mmmm...ilmu Allah SWT khan demikian luas, tak habis bila kita berbagi.

write what you do and do what you write

Konsep awal dari SOP adalah write what you do and do what you write. Sesederhana itu? Setidaknya ini menjadi pijakan bagi rekan-rekan yang belum menyempurkan sistem dalam bisnisnya.

SOP yang benar adalah SOP yang dapat langsung diterapkan oleh siapapun yang membacanya sekaligus mampu menjadi patokan cara pengerjaan kegiatan bisnis sesuai yang diharapkan.

Bila SOP ini telah diterapkan di Adila Group, saya membayangkan setiap person yang terlibat dalam tim Adila Group paham akan pekerjaannya masing-masing. Diatas pijakan pemahaman tadi, mereka akhirnya melakukan berbagai aktifitas sesuai yang dicantumkan dalam SOP.

“Dengan SOP, bisnis yang dijalankan dapat berjalan secara otomatis. Khususnya untuk aktivitas–aktivitas yang rutin dan berulang.”

Semakin besar skala bisnis suatu perusahaan, maka implementasi SOP semakin penting. Sebab tidaklah mungkin mengandalkan suatu kegiatan bisnis kepada person–person tertentu saja.

Akan sangat beresiko apabila person tersebut sakit ataupun mengundurkan diri. Tanpa SOP yang benar, kegiatan bisnis bersangkutan akan langsung terpengaruh dan bahkan goyah.

Lantas siapakah yang bertanggung jawab menjalankan SOP?

Idealnya, penyusunan SOP dan pemantauan pelaksanaannya dikerjakan oleh divisi khusus yaitu Business Development. Divisi ini bertanggung jawab mulai dari melakukan observasi dan mendokumentasikannya dalam bentuk SOP.

Divisi Business Development ini juga memastikan bahwa SOP telah dilaksanakan dengan benar. Setelah itu, mereka melakukan penilaian sehingga diketahui apakah SOP yang ada sudah cukup efisien atau memerlukan perubahan-perubahan lagi.

Kerjasama lintas departemen sangatlah dibutuhkan untuk mendapatkan SOP yang benar. Pasalnya, SOP yang disusun juga berlaku untuk departemen yang lainnya.

Nantinya, SOP ini adalah sebagai landasan untuk membangun sistem Key Performance Indicator (KPI) masing-masing person yang kemudian menghasilkan laporan kinerja perusahaan dengan basis Balanced Score Card.

Apa sich Key Performance Indicator itu?

KPI adalah semacam rapor masing-masing person dalam suatu organisasi. Keberadaan rapor yang tepat dan jelas, akan mempermudah perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di perusahaannya.

Upaya meningkatkan kualitas SDM dapat dilakukan sebab melalui KPI, akan diketahui secara langsung bagian–bagian mana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi.

Dengan sarana KPI ini pula, para entrepreneur dapat membuat sistem reward and punishment dalam perusahaan berlangsung dengan benar dan tepat. Penghargaan benar-benar diberikan kepada individu yang berprestasi. Sedangkan punishment diberikan kepada individu yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan.

“Akhirnya, dengan perangkat KPI inilah perusahaan dapat mengukur seberapa efektif person-person di dalam perusahaan dalam menjalankan job desk-nya.”
Balance Score Card

Melalui implementasi BSC, kinerja perusahaan dapat diukur secara daily, monthly dan anually dengan parameter-parameter yang seragam. Dengan demikian, para anggota tim akan lebih mudah untuk menterjemahkan dan mengukur target yang diberikan oleh perusahaan.

“Selain itu, setiap tim juga dapat melihat sampai di titik mana perusahaan saat ini dari target yang ingin dicapai. Ujung-ujungnya juga akan berpengaruh pada cara penghitungan kompensasi dan reward dari perusahaan. Begitu...”

BSC memudahkan kita dalam menentukan target dan melihat kinerja seluruh perusahaan, cukup dengan melihat laporan BSC saja. Mengapa? Sebab BSC mendefinisikan semua parameter aktivitas perusahaan ke dalam bentuk angka.

Sehingga kita bisa memantau setiap saat segala aktivitas yang dilakukan oleh tiap individu. Apakah sudah membuat perusahaan bergerak mendekat ke tujuan perusahaan atau belum.

Dan perlu dicatat, semua perkembangan yang dikemas oleh BSC dinominalkan ke dalam bentuk angka sehingga laporan BSC menjadi mudah untuk dibaca dan dicermati.

Dua Gaya Bisnis ala Dua Pendekar Bisnis

14.3.09 0 comments
Beberapa waktu lalu saya menyaksikan sekaligus berguru langsung kepada dua pendekar bisnis tanah air: Sudhamek Agung-CEO Garudafood dan Irwan Hidayat-Presiden Direktur Jamu Sidomuncul. Dua pengusaha ini sangat kondang sebab mampu mengantarkan perusahaannya menjadi ladang penghidupan ribuan orang.

‘Ini salah satu impian saya memiliki ribuan karyawan. Artinya kita telah memberi manfaat pada sekian banyak orang’ Acara meguru ini diselenggarakan oleh Bank Mandiri sebagai follow up bagi finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

Beberapa finalis WMM tahun 2007 dan 2008 mengikuti acara boot-camp bertajuk Ethics for Enterpreneurs ini. Selama empat hari mulai 19-22 Januari 2009, sederet pengusaha serta akademisi handal terlibat didalamnya.

Berikut ini beberapa mentor kami: staf pengajar MM-FEUI yaitu Biakman Irbansyah, Gede Harja Wasistha, dan Yanki Hartijasti. Tentu tak ketinggalan sang kreator acara ini: Rhenald Kasali. Selain itu juga ada Rektor Universitas Negeri Islam (UIN) Komaruddin Hidayat, Presiden Direktur American International Group (AIG) Indonesia Harry Diah, dan dua pengusaha yang sudah saya sebut diatas: CEO Garudafood Sudhamek dan Presiden Direktur PT Sidomuncul Irwan Hidayat.

Kembali pada dua pendekar. Selama empat hari itu saya merenungkan dua gaya bisnis dipertontonkan oleh dua pendekar pilih tanding. Gaya knowledge-based versi Pak Sudhamek dan gaya otak-kanan ala Irwan Hidayat.

Pak Sudhamek menyodorkan sederet praktek bisnis yang memiliki akar teori sangat kuat. Seolah-olah bisnis menjadi sangat rumit. Namun dia mampu menyajikan dalam bahasa yang cukup luwes sehingga kerutan kening para peserta sebanding dengan pencerapan ilmu yang didapat. Semua serba terencana.

Semua serba dipersiapkan dengan landasan teori matang sehingga setiap sisi yang diaplikasikan benar-benar memiliki bobot pengetahuan. Babak baru bisnis berlandaskan pengetahuan, saya saksikan langsung dari beliau. Diluar kematangan berteori itu, ada nafas religius saat Pak Sudhamek mengulas bagaimana perusahaannya bisa eksis hingga hari ini. Dari omzet Rp18 miliar pada 1992, tembus menjadi triliunan rupiah.

Dalam penuturannya, perusahaan bisa besar bila atasan dan bawahan bersatu. Sebagai orang Buddhis, Pak Sudhamek menerapkan pendekatan spiritual dan empiris dalam memimpin perusahaannya. Spiritual Organization, demikian visi Pak Sudhamek terhadap perusahaannya. Bagi sebagian besar pebisnis, wacana spiritualitas dalam bisnis memang baru-baru ini saja mencuat. Namun Pak Sudhamek telah menerapkannya. Dua ilmu, telah saya serap: knowledge-based business dan spiritual organization. Dua ilmu telah terbukti ampuh hingga Garudafood memiliki karyawan 19.000 orang.

Hal sebaliknya disajikan oleh Pak Irwan Hidayat. Dengan segala kesederhanaannya, dia menyampaikan berbagai pengalaman bisnisnya yang mengalir begitu saja. Menjalani semua yang dihadapinya.

Presdir PT Sidomuncul ini menegaskan bahwa menjalankan perusahaan harus berdasarkan empati. Saat ini ada kecenderungan setiap orang yang dipercayai menjalankan perusahaan masih bertindak one man show. Hal ini sangat riskan jika masih dipakai menjalankan perusahaan.

Pak Irwan Hidayat senantiasa membuka akses informasi bagi setiap karyawannya. Cara ini dipakai agar dirinya mengetahui kemauan setiap karyawan yang dianggap juga sebagai saudaranya. “Kalau mau menjadi orang sukses harus tahu dan mengerti kemauan orang jangan sekali-kali one man show,” katanya.

Lantas dimana saya berdiri? Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada keduanya. Saya lebih cenderung menyukai praktik Pak Sudhamek. Kecenderungan untuk selalu mempelajari setiap detail bisnis, saya sadari lekat dalam tiap langkah bisnis saya.

Tentu contoh yang dilakukan Pak Irwan sangat bagus juga untuk ditiru, yang penting khan berwirausaha.

Mau gaya Pak Sudhamek atau Pak Irwan, sama saja. Mereka telah menebar rahmat.

Mengenai boot-camp sendiri, Pak Rhenald Kasali telah menyajikan satu training yang cukup mencerahkan. “Berbisnis tidak hanya memaksimalkan profit,” tutur beliau. Inilah Rumah Perubahan ala Rhenald Kasali bagi para entrepreneur muda...

Hal senada diungkap oleh Rektor Universitas Negeri Islam Komaruddin Hidayat dalam menyampaikan etika berbisnis. Menurutnya, untuk menuju bisnis yang sukses setiap orang harus juga memaksimalkan kebahagiaan. “Kalau berbisnis tidak bahagia, apa artinya menjalankan bisnis?” tukas Komaruddin.

Peserta boot-camp juga diingatkan kembali mengenai determinasi dalam berbisnis. Panitia menyajikan film Pursuit of Happiness yang dibintangi Will Smith, sesi ini dipandu Gede Harja Wasistha dan Biakman Irbansyah. ‘Inilah film yang menegaskan keteguhan mental seseorang bisa menaklukkan semua rintangan menuju cita-citanya’

Terakhir, terima kasih buat Bank Mandiri yang support-nya sangat besar bagi kami para finalis WMM. Bahkan saya memperoleh kesempatan untuk mengembangkan salah satu lini bisnis saya: POURVOUS. Kami diberi peluang mengikuti sejumlah pameran secara gratis. Pada kesempatan lain, saya akan ceritakan tentang semua anugerah Tuhan ini. (HM2/HM1)

Bpk Sudhamek

Bersama Rhenald Kasali

Bersama Bpk Irwan Hidayat

Bersama Bpk Harry Diah

Para Finalis WMM

Bersama Bpk Komaruddin Hidayat

Bersama Bpk Komaruddin Hidayat

Berbisnis dengan etika by Rhenald Kasali



Liputan "Naik Daun" di stasiun Arek TV

12.2.09 0 comments
sesi pertama




sesi kedua




sesi ketiga

Liputan Yang Muda Yang Berkarya di Stasiun TV JTV

11.2.09 0 comments
Sesi Pertama




Sesi Kedua




Sesi Ketiga




Sesi Keempat

Video Preview WMM 2008

5.2.09 0 comments


Video ini ditayangkan pada saat Grand Final Wirausaha Muda Mandiri yang diadakan oleh Bank Mandiri dan dihadiri olah Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Easy way to make your office tidy

5.1.09 2 comments
Sebenarnya masalah ini sudah lama muncul, yaitu mengenai kerapian kantor. Berbedanya standar kerapian dari masing - masing tim Adila Group menyebabkan mencari suatu barang membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Dan masalah ini sudah terjadi bertahun - tahun.

Berbagai usaha telah dilakukan, mulai dari peringatan secara lisan, membuat perjanjian bersama, sampai menunjuk satu orang untuk menjadi PIC untuk mengontrol kerapian ini.

Baru kemarin saya mendapatkan ide, yaitu mendokumentasikan foto meja dan ruangan yang saya anggap rapi, kemudian menempelkannya di lokasi yang bisa dilihat oleh semua orang.

Dan hasilnya ajaib....hanya dalam waktu 1 hari semua penjuru kantor telah tertata dengan rapi. Meja-meja bersih dari berkas yang menumpuk, laci - laci bebas dari kertas yang bertebaran.

Ada satu hal yang saya pelajari, tim saya kebanyakan adalah orang - orang yang Influence (DISC Profiles) dan Visual (VAK profiles). Jadi lebih mudah bagi mereka untuk memahami gambar, dibandingkan dengan tulisan ataupun perkataan.

Intresting, isn't it ??

Penjurian WMM di Jakarta

4.11.08 1 comments
Mulai hari senin, saya dipertemukan dengan seluruh finalis WMM se indonesia di hotel millenium, Jakarta. Total peserta saat itu adalah 32 finalis yg terbagi menjadi 2 kategori, mahasiswa dan alumni.


Sebelum penjurian dilakukan, para finalis diberi pembekalan oleh Action Coach berupa seminar business rich selama 2 hari penuh. Suatu kesempatan yg sangat berharga, karena pada acara ini Bank Mandiri melalui program CSRnya mewadahi pengusaha muda untuk melakukan networking, pembimbingan 1 thn penuh oleh Action Coach, sampai kemudahan dalam hal pembiayaan dan banyak hal2 lain yg bisa disinergikan.

Di saat itu saya banyak berkenalan dengan pengusaha2 lain dari penjuru wilayah indonesia. Dan setelah mengenal lebih jauh lagi ternyata banyak finalis2 yg umurnya masih sangat muda, tapi telah memiliki bisnis yg sudah setara dgn org yg puluhan tahun berbisnis.


Bayangkan, ada seorang mahasiswa wanita dari medan yg berhasil membukukan omset sekitar 30jt per bulan.padahal bisnisnya adalah servis HP. Sebagai gambaran,penggantian spare part HP senilai 75rb bisa dikenai jasa servis hingga 800rb. Marginnya sangat tinggi.

Ada lagi mahasiswa wanita asal lampung, Sinta, yg berbisnis keripik pisang. Dengan outlet yg hanya berupa gubuk, dia bisa memperoleh keuntungan bersih sekitar 40jt per bulan. Jauh lebih tinggi dari jabatan seorang manager, bahkan direktur sekalipun. Dan saat ini dia sudah membeli rumah dgn lahan seluas 1 hektar, yg rencananya jg akan dibangun kompleks ruko.


Masih banyak lagi pengusaha2 muda yg berhasil membangun bisnisnya. Dan hebatnya lagi semua dibangun dari nol, bukan merupakan bisnis warisan.

Kadang merasa minder, iri sekaligus kagum kepada mereka. Soalnya pada saat saya seumur mereka, saya belum bisa menghasilkan apa2. Tapi ini yg menyadarkan saya, karena selama ini mungkin saya sudah agak terlena dengan bisnis saya.

Dan kalau saya tetap menjalankan bisnis sesuai dgn ritme saya selama ini, bisa2 saya akan disalip oleh pengusaha yg umurnya jauh di bawah saya. Dan ini membuat saya termotivasi. Jadi harus lebih cepat, lebih tanggap dan lebih responsif.


NB1 : Banyak sekali hal positif yang saya dapatkan dari acara ini. Merupakan salah satu acara yang sangat saya sarankan khususnya bagi pengusaha muda. Bayangkan, dalam beberapa hari saya sudah memiliki network pengusaha muda di seluruh Indonesia

NB2 : Insya Allah PourVous akan segera hadir di Medan, Batam dan Palembang

Belajar ala Adila Group

24.10.08 0 comments
Beberapa bulan ini setiap hari Senin dan Kamis sore, setiap tim Adila Group selalu mendapatkan undangan gratis untuk menghadiri seminar gratis. Seminar ini bukan dibawakan oleh pembicara2 terkenal, akan tetapi materinya diisi oleh setiap anggota tim itu sendiri secara bergiliran.

Setiap sesi seminar akan membahas buku dengan topik yang berbeda - beda, mulai dari motivasi diri, bisnis, ataupun keuangan. Mulai dari buku karangan Brad Sugars, Robert Kiyosaki, Brian Tracy, dll. Setiap anggota tim berhak untuk menghadiri seminar ini tanpa terkecuali.


Dan untuk memastikan bahwa perusahaan tetap berjalan dengan normal dan setiap anggota tim memperoleh hak yang sama untuk mendatangi seminar tersebut, maka untuk satu topik akan dibahas sebanyak 2 kali.

Biasanya setelah seminar, selalu diakhiri dengan diskusi yang seru, mulai dari cerita pengalaman, sampai dengan membahas bagaimana pengaplikasiannya. Dengan tingginya tingkat partisipasi untuk setiap seminar, bisa menunjukkan seberapa tinggi keinginan belajar dari setiap orang yang menghadiri seminar ini.


NB : Untuk memastikan bahwa tidak hanya tim Adila Group yang bisa memperoleh manfaat dari seminar ini, maka setiap pembahasan buku akan dipublikasikan di blog Adila Group. Disini setiap orang dapat men download resume beserta materi presentasinya

Terpilih jadi wakil WMM wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara

15.10.08 0 comments
Alhamdulillah, saat ini saya dipercaya untuk menjadi finalis pemilihan Wirausaha Muda Mandiri yang diadakan oleh Bank Mandiri. Saya terpilih menjadi pemenang pertama untuk kategori alumni dan pasca sarjana dan berhak untuk mewakili wilayah Jatim , Bali dan Nusa tenggara untuk bersaing di wilayah nasional

Program ini merupakan program CSR dari Bank Mandiri untuk menggalakkan minat entrepreneurship di Indonesia. Nantinya di Jakarta Bank Mandiri juga akan memberikan pelatihan yang di support oleh Action Coach dan rencananya juga ada pembinaan selama 1 tahun.

Sebenarnya untuk pemilihan ini, istri saya, Laila yang lebih semangat untuk mengikutinya. Mulai dari mempersiapkan pendaftaran sampai dengan menyelesaikan materi presentasi. Sampai - sampai saya sendiri tidak mengetahui kapan saya didaftarkan.

Kemarin, Mas Hendy Setiono juga memberikan testimoni bahwa dengan menjadi finalis ini banyak efek positif yang didapat, terutama kesempatan untuk mendapatkan publikasi dari media. Buktinya tidak sampai 1 tahun dari mas Hendy terpilih menjadi juara WMM 2007, outlet Baba rafinya sudah bertambah lebih dari 100 unit

tapi yang jelas penghargaan ini merupakan tolak ukur bagi saya pribadi bahwa saat ini saya sudah di arah yang benar dalam mengembangkan bisnis saya, dan lebih terpacu untuk lebih mengembangkan Adila Group untuk menjadi Holding Company yang mampu berkontribusi dalam menciptakan jiwa berwirausaha di kalangan anggota timnya


NB1 : Terima kasih juga buat keluarga besar Adila Group yang pada saat pembuatan materi presentasi bersedia bekerja ekstra untuk menyelesaikannya dan hasilnya yang sangat memuaskan

NB2 : Finalis yang lolos ke seleksi nasional ternyata banyak juga yang member TDA. Membuktikan bahwa TDA sudah mampu berbicara di kancah nasional.

Ide ternyata dimana - mana

13.10.08 0 comments
Beberapa hari ini saya sedikit "direpotkan dengan banyaknya ide - ide bisnis nyeleneh yang muncul.

Ide ini datang begitu saja pada saat dan kondisi dan suasana yang berbeda. 1 minggu terakhir saja sudah ada 5 ide baru yang siap untuk diimplementasikan.

Saat ini baru saya pahami dan mengerti makna dari perkataan mentor - mentor bisnis saya sebelumnya seperti Pak Purdie, Pak Tung DW dan banyak lagi yang lainnya.

Mereka kebanyakan berkata bahwa ide itu ada dimana - mana, padahal waktu itu saya mikir bolak balik untuk mencari ide, akan tetapi ngga ketemu ketemu.

Ternyata semua itu memang ada saatnya. Dulu, saya kerepotan mencari ide bisnis. Tetapi sekarang saya disibukkan untuk melakukan manajemen ide bisnis. Mulai dari melakukan pencatatan setiap ada ide baru, sampai memutuskan ide mana yang akan dilaksanakan terlebih dahulu.

Beruntung, saat ini banyak tim dari Adila Group yang memepunyai potensi untuk menjadi pengusaha. Rencananya tim inilah nanti yang suatu saat akan menjadi CEO - CEO baru apabila nanti ide tersebut direalisasikan

Untuk itu, saya menganggap penting pelatihan SDM di lingkungan Adila Group. Malah upgrade knowledge dilaksanakan seminggu 2 kali. Hal ini ditujukan utuk memudahkan proses pendelegasian, karena saya sadar bahwa kemampuan dan waktu saya terbatas.

Tidak mungkin semuanya bisa saya tangani sendiri. Oleh karena itu saya harus mau untuk berbagi. Dan bukankah itu inti dari menjadi pengusaha.....saling berbagi dan memberi manfaat


NB : Pagi ini baru cek e-mail dan ternyata saya lolos seleksi awal perlombaan Wirausaha Muda Mandiri wilayah Jatim yang diadakan oleh Bank Mandiri. Selasa ini akan ada tahapan wawancara di Hotel Novotel Surabaya.

Karyawan terfavorit di Adila Group

10.10.08 0 comments
Beberapa waktu yang lalu, Adila Group mengadakan pemilihan karyawan terfavorit. Pemilihan ini diikuti oleh seluruh karyawan Adila Group tanpa terkecuali.

Mulai dari jabatan manajer sampai cleaning service mempunyai kesempatan yang sama untuk memenangkan perlombaan ini tanpa terkecuali.

Akhirnya setelah diadakan pooling, karyawan yang tepilih adalah Bu Maya, yang kebetulan menjabat sebagai Human Resources Manager di Adila Group. Beliau berhak untuk mendapatkan buku Trump Style Negotiation, sebuah seri buku karangan Donald Trump

Buku ini juga rencananya akan dipresentasikan olek Pak Bhaskoro , yang menjabat sebagai Marketing Communication Manager di Adila Group . Sehingga sesuai dengan nilai yang dianut oleh Adila Group, yaitu terciptanya Continuous Learning Organization.


NB : Salah satu buku favorit saya untuk menemukan ide program reward untuk karyawan adalah buku karangan Bob Nelson , 1001 Ways to Reward Employees

Adila Group Berduka......

7.10.08 3 comments
Hari ini Adila Group berduka. Ayahanda dari salah seorang tim kami meninggal dunia pada umur yang menurut saya masih cukup muda, 49 tahun.

Kejadian ini juga mengingatkan saya kembali untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, karena kita tidak penah tahu kapan kita dipanggil kembali ke hadapan-Nya.

Selama saya masih diberi kesempatan, saya akan berusaha sebaik mungkin agar hidup saya dapat memberi manfaat, bukan mudharat.

Sore ini kami sepakat untuk pulang lebih awal untuk melayat dan ikut memberi dukungan moril kepada mbak Upik (begitu rekan2 memanggilnya).

Satu hal yang membuat saya cukup terharu, pada saat saya dan tim Adila Group yang lain sampai di rumah Mbak Upik, di tengah kondisinya yang sedang berduka, beliau masih sempet2nya minta maaf kepada saya karena tidak bisa datang ke kantor untuk beberapa hari dan menanyakan kecemasannya tentang tanggung jawabnya yang bisa terbengkalai dan berpengaruh ke pekerjaan rekan - rekan lainnya.


Terus terang ada perasaan "aman" jika kita sebagai pemilik perusahaan dikelilingi oleh tim yang memegang tanggung jawabnya bukan karena diperintah, tapi karena kesadaran.

Alhamdulillah, Adila Group mempunyai banyak orang - orang seperti ini. Mungkin saat ini Adila Group masih memiliki lima divisi dengan 20an orang anggota tim, tapi nanti saya yakin Adila Group akan mampu untuk memiliki 10.000 orang karyawan, sesuai dengan yang saya cita citakan pada awal saya membangun bisnis ini.....

Tidak seberapa penting apakah saya masih bisa menyaksikannya atau dicapai oleh generasi penerus saya. Yang penting mimpi saya bisa terus hidup....

Belajar Bertanggung Jawab kepada Diri Sendiri

29.5.08 0 comments
Alhamdulillah, Saat ini saya diberi amanah untuk memimpin group perusahaan yang yang totalnya sekarang memiliki 8 anak perusahaan.

Yang empat perusahaan saya sendiri, di bawah bendera Adila Group yang memiliki anak perusahaan antara lain distribusi busana muslim dannis collection, properti (adila property), distribusi produk spa dan aromatherapy Amour Pourvous dan Virto Smart Office (Virtual Office).

Sementara barusan saya juga dipercaya untuk memimpin Bumi Solusi Intermedia (BSI) Group, sebuah perusahaan yang saya bangun bersama teman2 saya. Saat ini BSI Group mempunyai divisi IT (8grams) , Design n multimedia (popline) , lisensi panelneon wilayah surabaya dan F&B di bidang kopi (Coffee Toffee).

Bayangkan ribetnya, dimana masing2 perusahaan memiliki persoalan uniknya masing2.

Sempat terpikir...”kok perusahaanku jalannya ngga lancar2 ya ? kok kayaknya ada aja halangan dan masalahnya” dan akhirnya saya mulai mengeluh dan menyalahkan lingkungan sekitar saya.

”kekurangan modal kerja” dan ”waktu yang cepat berlalu” menjadi alasan favorit saya pada saat itu. Dan yang terjadi adalah semakin banyak masalah yang timbul dan semakin pusing juga menanganinya, sehingga saya pun harus libur beberapa hari untuk menenangkan pikiran.

Setelah menjernihkan pikiran, saya mengingat kembali pelajaran yang saya dapatkan dan terlintas perkataan bahwa ”pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani untuk bertanggung jawab atas kinerja perusahaannya”.

Disitu saya mulai mengoreksi diri....”Tindakan apa ya yang harus saya lakukan untuk memperbaiki cara kepemimpinan saya ?” atau ” Gimana caranya agar saya dapat memimpin dengan lebih baik lagi ?”.

Karena pada titik itu saya sadar bahwa saya adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab atas segala ”kekacauan” yang timbul.

Ternyata apa yang saya tetapkan di dalam hati saya, langung mendapat jawaban yang spontan dari Allah SWT. Pada hari itu salah seorang karyawan saya menghadap dan memberikan laporan tentang satu tugas yang sudah lama ngga selesai2.

Pada hari yang sama juga ada beberapa kabar baik yang disampaikan oleh anggota tim saya yang lain. Subhanallah....padahal saya belum ngapa-ngapain. Cuma baru menetapkan hati.

Dan ini yang membuat saya semangat lagi. Apalagi kalo sudah ada rencana2 yang berhasil dikerjakan bersama anggota tim yang lain. Waaah....harus siap sukses nih !!!

Sekilas Informasi Mengenai Investasi Property

28.5.08 1 comments
Ada beberapa pertanyaan yang mungkin muncul mengenai investasi

Apa itu investasi ?Menurut kamus Wikipedia :

Investment is term with several closely-related meanings in business management, finance and economics, related to savingconsumption. An asset is usually purchased, or equivalently a deposit is made in a bank, in hopes of getting a future return or interest from it. The word originates in the Latin "vestis", meaning garment, and refers to the act of putting things (money or other claims to resources) into others' pockets. See Invest.[citation needed]. The basic meaning of the term being an asset held to have some recurring or capital gains. It is an asset that is expected to give returns without any work on the asset per sen. or deferring

Apa yang penting dari suatu investasi ?


Yang paling penting adalah kita harus memiliki sebanyak mungkin kontrol yang berpengaruh langsung dengan besarnya tingkat keuntungan akan yang dihasilkanJika dikaitkan dengan investasi property, apakah investasi property pasti menguntungkan ?

Tidak ada satu investasi yang pasti menguntungkan. Semua investasi pasti beresiko, termasuk juga property. Contoh :

Anda membeli sebidang tanah, kemudian ternyata di kemudian hari tanah itu ternyata bersengketa atau di sekelilingnya ternyata dijadikan makam sehingga harga tanah anda menjadi turunAnda membeli kios atau ruko yang belum jadi dari developer. Dan ternyata di kemudian hari developer tersebut tidak dapat menyelesaikannya dengan alas an pailit.

Ada banyak contoh2 lainnya yang memang terjadi di dalam investasi propertyKapan investasi property dapat dianggap sebagai asset yang menguntungkan ?

Menurut Dolf de Roos di dalam bukunya Real Estate Riches dan Robert Kiyosaki di dalam bukunya Increase Your Financial IQ , sebuah investasi property baru bisa dianggap asset apabila telah menghasilkan arus kas positif ke dalam kantong investor TANPA harus menjual asset property tersebutApabila saya membeli ruko/apartemen yang masih dalam bentuk gambar, apakah itu bisa dikatakan sebagai asset ?

Pada saat anda membeli property yang masih dalam bentuk gambar, maka tiap bulan anda harus membayar cicilan bulanan, kecuali anda membeli dengan kontan. Membeli dengan kontan pun tidak membuat anda bisa langsung mendapatkan keuntungan pada bulan pertama karena fisiknya belum ada. Jadi itu bukanlah asset, karena belum mempunyai kemampuan untuk menghasilkan keuntunganTerus, kriteria aset property yang baik itu seperti apa ?

Ada tiga kriteria
  1. Kapan property tersebut mulai bisa menghasilkan keuntungan ? Semakin cepat semakin baik (Time value of money)
  2. Berapa modal yang dikeluarkan ? Semakin sedikit semakin baik
  3. Berapa R.O.Inya ? R.O.I = Return On Investment, adalah besarnya pengembalian atas investasi yang ditanam. Dapat dihitung dengan membagi pendapatan bersih dengan total uang/modal yang dikeluarkan

Terus saya terlanjur membeli tanah atau apartemen yang masih dalam bentuk gambar. Tapi seiring waktu nilai tanah dan apartemen itu khan sudah naik ? Mengapa saya tidak bisa menyebutnya sebagai asset investasi saya ?

Ingat, yang penting dari suatu investasi adalah KONTROL. Semakin banyak kontrol yang kita miliki semakin banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan tingkat R.O.I yang kita inginkan.

Untuk tanah :Sangat kecil hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan nilainya tanpa harus menjualnya, kecuali dibangun sebuah bangunan terlebih dahulu. Dan ini menyebabkan semakin lama keuntungan yang disa diperoleh, dan modal tambahan yang harus dikeluarkan sehingga R.O.Inya semakin kecil.

Alternatif lain adalah menyewakannya langsung dalam bentuk tanah kosongBisa juga dikerjasamakan dalam bentuk BOT (Build Operation Transfer). Defenisinya adalah penyewa membangun properti diatas tanah yang disewakan, kemudian berhak untuk menggunakannya dalam jangka waktu tertentu. Setelah masa sewa habis, maka bangunan akan menjadi pemilik tanah

Untuk membeli property yang masih berupa gambar :Tidak ada cara lain selain menunggu property tersebut sampai selesai, baru kemudian property tersebut berpotensi untuk memperoleh keuntungan. Dan penyelesaian property rata2 memakan waktu 1 – 3 tahun.

Bagaimana dengan menjadi developer property ?

Kuncinya adalah seberapa banyak kontrol yang bisa kita pegang. Dengan menjadi developer property ada banyak control yang bisa kita pegang seperti, berapa luas tanah dan bangunannya, berapa harga jualnya, berapa diskon maksimalnya, berapa persen yang akan dijual dan berapa persen yang hanya bisa disewakan, dimana memasarkannya, dll.

Alhamdulillah, Istri saya Menang

1.5.08 0 comments
Dear all,
Alhamdulillah...istri saya, Laila Asri,
memenangkan salah satu penghargaan dalam Kompetisi UKM yang diadakan oleh Majalah Femina untuk bisnisnya "Amour*PourVous, Natural Handmade Body Care & Aromatherapy".

Pengumumannya bisa dibaca hari ini di
Majalah Femina No.17 beredar tgl 21April 2008. Sekali lagi, Law Of Attraction memang bekerja...Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu...

Jadi, nanti berangkat ke Jakarta utk 2 tujuan :
(1) Sebagai peserta Inacraft 2008
(2) Menerima penghargaan dari Majalah Femina

Salah satu hadiahnya adalah Stan Gratis Utk mengikuti Pameran SMEs'Co yang diadakan oleh Kementrian Koperasi & UKM di Jakarta Agustus 2008 nanti, padahal kalo ikut sendiri bisa jutaan sewanya...)

InsyaAllah bisa bermanfaat utk menambah semangat teman2 semua...

Andi Sufariyanto & Laila Asri

Pinjaman bank Lebih Besar dari Nilai Agunan? Emang Bisa ?

15.4.08 4 comments

Alhamdulillah saat ini saya berhasil mendapatkan pinjaman dari sebuah bank yang agunan dua buah ruko yang saya beli pada thn 2006 dan 2007. yang menarik adalah saat ini plafon kredit yang saya terima melebihi dari harga jual properti itu sendiri. Apalagi salah satu ruko tersebut saya cicil dari hasil keuntungan bisnis saya sebelumnya. Setelah dijalanin, trnyata bisa juga ya, karena dulu saya masih belum sepenuhnya memahami apakah  bisa bank memberikan pinjaman lebih besar dari nilai agunannya. Ada beberapa hal yang saya pelajari disini :

1. Pentingnya membayar cicilan on time (membangun kredibilitas). Kalau saya menggunakan sistem autodebet, sehingga memperkecil resiko lupa membayar bayarnya

2. Pentingnya selalu menabung omset bisnis yang didapat. Walaupun omset tersebut langsung ditarik lagi untuk keperluan operasional atau belanja bahan baku. Karena bank bisa hanya berpatokan pada transaksi yang tercatat, bukan asumsi ataupun pernyataan

3. Membangun relasi dengan banyak bank. Sehingga kita dengan bebas bisa melelang kepada mereka siapa yg bisa memberikan penawaran pinjaman tertinggi. Pada awalnya saya adalah nasabah dari bank yang lain, akan tetapi karena mereka tidak mau menaikkan plafonnya , langsung saya tawarkan ke bank yang saya gunakan sekarang dan mereka langsung setuju.

4. Bank sebenarnya lebih melihat perfoma bisnis kita, bukan dari nilai agunannya. Makanya banyak kejadian walaupun nilai agunannya Milyaran, akan tetapi bank hanya bisa mengeluarkan dana jauh dibawahnya, karena sebenarnya bisnisnya blm perform di mata bank

5. Bank lebih concern kepada cashflow, bukan hanya penjualan. Jadi jaga baik2 masa piutang rata2 sependek mungkin. Kl bisa sih ngga ada piutang :)

6. Untuk yang berbisnis di perdagangan, lebih baik mengambil sistem pinjaman PRK (pinjaman rekening koran)karena sistem perhitungan bunganya yang menggunakan sistem harian dan sesuai dengan plafon yang kita pergunakan pada saat itu

7. Pahami ilmu finansial, sehingga kita dapat me leverage aset2 kita dengan maksimal sehingga mereka yang bekerja keras untuk kita

Referensi buku bagus : Robert Kiyosaki (Increase yout Fnancial IQ)

8. Menjaga gaya hidup.Karena masih darah muda, dulu sempet terpikir untuk modifikasi mobil atau punya mobil mewah sekelas Alphard yang sekarang sekarang trend (saya hobinya otomotif) tapi untungnya saya segera menikah, jadi ada yg ngerem. Akhirnya mengalokasikan pendapatan ke hal2 yg lebih produktif (Bener juga kalau menikah itu membuka pintu rejeki. Kalau sekarang targetnya adalah bagaimana caranya agar bisa beli properti satu lagi murni dari hasil aset properti saya sebelumnya. Setelah itu, baru beli mobil murni dari hasil paper asset saya (beberapa bulan terakhir sih sempet nembus 10% per bulan, tp bulan ini br dpt 2%).

Semoga bermanfaat.

Andi Sufariyanto

(. . . . .yang lagi belajar nulis)